Palembang – Suasana penuh haru, syukur, dan kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfidz Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Milad ke-11 Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang mempertemukan para santri, wali santri, dewan guru, tamu undangan, serta para tokoh dalam satu kebersamaan untuk menyaksikan lahirnya generasi penjaga Al-Qur’an sekaligus mensyukuri perjalanan sebelas tahun pengabdian pondok dalam mencetak generasi Qur’ani.
Acara dimulai dengan penampilan berbagai ekstrakurikuler unggulan yang menjadi kebanggaan Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang. Penampilan pertama dibuka oleh Tim Hadroh yang melantunkan shalawat dengan iringan rebana yang merdu, menghadirkan suasana religius sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Selanjutnya, para santri dari ekstrakurikuler Pencak Silat memperlihatkan ketangkasan, kedisiplinan, serta semangat menjaga warisan budaya Islam Nusantara melalui demonstrasi jurus-jurus yang memukau. Penampilan ini mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.
Kemudian, giliran Science Club menampilkan berbagai demonstrasi sains yang kreatif dan edukatif. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa santri tidak hanya unggul dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir ilmiah, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Semarak acara berlanjut dengan penampilan dari ekstrakurikuler Public Speaking. Para santri tampil percaya diri menyampaikan pidato dan presentasi dengan bahasa yang santun, artikulasi yang jelas, serta pesan-pesan inspiratif yang menggambarkan karakter seorang dai muda yang siap berdakwah di tengah masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian penampilan pembuka, ekstrakurikuler Seni menampilkan pertunjukan yang memadukan kreativitas, kekompakan, dan nilai-nilai Islami. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas, dan potensi santri secara menyeluruh.
Memasuki acara inti, seluruh hadirin mengikuti prosesi pembukaan yang berlangsung dengan khidmat. Sambutan pertama disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang, Ustadz Hidayatullah, Lc., PgDE., M.Ed. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah SWT yang telah mengantarkan para santri hingga mampu menyelesaikan target hafalan sesuai capaian masing-masing.
Beliau juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menghafal Al-Qur’an, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga hafalan, mengamalkan isi kandungannya, serta menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Menjadi hafizh bukan sekadar mampu menghafal tiga puluh juz, tetapi bagaimana Al-Qur’an hidup dalam akhlak, ibadah, dan seluruh aktivitas kehidupan kita,” pesan beliau di hadapan para wisudawan dan wali santri.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang, Bapak H. Adam Malik, S.T. Beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dewan asatidz, para pembina, tenaga kependidikan, serta seluruh wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang.
Beliau berharap para lulusan dapat menjadi duta Al-Qur’an di mana pun berada serta terus menjaga nama baik almamater melalui akhlak yang mulia dan kontribusi nyata bagi umat.
Turut memberikan sambutan, Kepala Seksi Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, H. Kiagus Faisal, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang yang selama sebelas tahun terus menunjukkan komitmen dalam membina generasi Qur’ani.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan mencetak ratusan santri penghafal Al-Qur’an merupakan kontribusi besar bagi pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia. Kementerian Agama, lanjut beliau, akan terus mendukung eksistensi pondok pesantren sebagai pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, beriman, dan berkarakter.
Suasana kemudian berubah menjadi begitu mengharukan ketika para santri mempersembahkan sebuah pertunjukan bertajuk “Senandung Ratapan Hati.” Melalui perpaduan narasi, puisi, musik, dan penghayatan yang mendalam, penampilan tersebut menggambarkan perjuangan orang tua dalam membesarkan anak-anaknya, pengorbanan para guru dalam mendidik, serta perjalanan para santri dalam menempuh jalan menghafal Al-Qur’an.
Lantunan syahdu yang dibawakan para santri berhasil menyentuh relung hati para hadirin. Tidak sedikit wali santri yang tampak menitikkan air mata, larut dalam rasa syukur dan haru menyaksikan buah hati mereka berdiri sebagai calon penjaga kalam Allah SWT. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional sepanjang rangkaian acara.
Puncak acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Wisuda Tahfidz Tahun 2026. Satu per satu para wisudawan dipanggil ke atas panggung untuk menerima ijazah penghargaan atas capaian hafalan Al-Qur’an mereka.
Pada wisuda tahun ini, Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang mewisuda 128 santri dengan berbagai kategori capaian hafalan, yaitu:
- Kategori Khusus
- 2 Wisudawan Syahadah 30 Juz Qubra dan Hadis Arba’in
- 3 Wisudawan Syahadah 30 Juz Qubra
- Kategori Hafalan Al-Qur’an
- 3 Wisudawan 30 Juz
- 3 Wisudawan 25 Juz
- 9 Wisudawan 20 Juz
- 17 Wisudawan 15 Juz
- 25 Wisudawan 10 Juz
- 2 Wisudawan 9 Juz
- 5 Wisudawan 8 Juz
- 5 Wisudawan 7 Juz
- 52 Wisudawan 5 Juz
- 2 Wisudawan 3 Juz
Setelah seluruh wisudawan menerima ijazah, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas pencapaian yang telah diraih.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan perayaan Milad ke-11 Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang. Suasana berubah menjadi penuh kebahagiaan ketika dilakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan pondok selama sebelas tahun dalam mengabdi kepada umat melalui pendidikan Al-Qur’an.
Prosesi pemotongan tumpeng diawali oleh Pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang, Ustadz Chairurrijal, S.Pd.I., Al-Hafizh. Potongan tumpeng pertama menjadi simbol rasa syukur atas segala nikmat, pertolongan, dan keberkahan Allah SWT yang senantiasa menyertai perjalanan pondok sejak awal berdiri hingga saat ini.
Selanjutnya, prosesi pemotongan tumpeng dilanjutkan oleh jajaran pimpinan pondok sebagai bentuk komitmen untuk terus melanjutkan estafet perjuangan dalam membina generasi Qur’ani yang unggul, berakhlak mulia, dan siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, doa dipimpin oleh Pengawas Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang, Habib Hasan bin Zen bin Syahab. Dengan penuh kekhusyukan, beliau memohon kepada Allah SWT agar seluruh wisudawan senantiasa istiqamah menjaga hafalan Al-Qur’an, diberikan keberkahan ilmu, menjadi kebanggaan orang tua, serta memperoleh syafaat Al-Qur’an di dunia dan akhirat.
Doa juga dipanjatkan agar Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang senantiasa diberikan kekuatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah pendidikan Islam, sehingga terus melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjadi cahaya bagi masyarakat.
Wisuda Tahfidz 2026 dan Milad ke-11 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an, membina akhlak mulia, serta melahirkan generasi yang siap menjadi pemimpin umat berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Semoga setiap ayat yang dihafalkan para santri menjadi cahaya kehidupan, setiap pengorbanan orang tua dibalas dengan kemuliaan oleh Allah SWT, dan kelak mahkota kemuliaan benar-benar dikenakan kepada ayah dan bunda mereka di surga-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.







