Palembang — Kabar membanggakan kembali datang dari Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang. Sebanyak delapan santri terbaik berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) pada tahun 2026. Seluruh santri tersebut dinyatakan lulus dan diterima di UIN Raden Fatah Palembang, salah satu perguruan tinggi Islam negeri terkemuka di Sumatera Selatan.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu bersaing secara akademik di tingkat nasional. Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras para santri, bimbingan para asatidz, serta doa dan dukungan dari orang tua.
Adapun delapan santri yang berhasil lolos beserta program studi yang diterima adalah sebagai berikut:
- Arsya Ghalib Palih — Sistem Informasi
- Faiz Azhim — Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
- Khairul Anwar — Pendidikan Bahasa Arab
- M. Faiz Pratama — Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
- M. Al Qifahri Kasmis — Pendidikan Bahasa Arab
- Muhammad Khoiri Prima — Studi Agama-Agama
- Muhammad Marsel — Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
- M. Sayyid Sohiburrahman — Komunikasi & Penyiaran Islam
Jalur PAN-PTKIN sendiri merupakan jalur seleksi nasional berbasis prestasi akademik yang diperuntukkan bagi siswa-siswi terbaik dari berbagai sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia. Seleksi ini mempertimbangkan nilai rapor serta prestasi akademik lainnya tanpa melalui ujian tertulis, sehingga hanya mereka yang memiliki konsistensi dan kualitas akademik yang baik yang dapat lolos.
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang pembinaan santri, baik dalam bidang tahfidz, akademik, maupun pembentukan karakter.
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah sekaligus amanah. Kami berharap para santri yang diterima dapat menjaga nama baik almamater, terus meningkatkan prestasi, serta tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di mana pun berada,” ujar beliau.
Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus bersemangat dalam belajar dan mengembangkan diri. Pondok pesantren berkomitmen untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga mampu berkiprah di dunia akademik dan masyarakat luas.
Dengan diterimanya delapan santri ini di perguruan tinggi negeri, Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Palembang kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Semoga langkah awal ini menjadi pintu menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan, serta menjadi keberkahan bagi umat dan bangsa.







