Palembang — Alhamdulillahirabbil ‘alamin, suasana penuh haru, bahagia, dan syukur menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Tahfizh Nurul Qur’an Palembang dalam rangka menyambut kedatangan santri baru Tahun Ajaran 2026/2027. Hari yang telah lama dinantikan oleh para calon santri beserta orang tua akhirnya tiba. Dengan membawa harapan, doa, dan semangat baru, satu per satu santri hadir mengawali langkah mereka menuju perjalanan mulia sebagai penuntut ilmu dan penghafal Al-Qur’an.
Sejak pagi hari, halaman pondok mulai dipenuhi oleh para santri yang datang dari berbagai daerah bersama ayah dan bunda tercinta. Terlihat wajah-wajah yang dihiasi senyum bahagia, namun tidak sedikit pula yang menyimpan rasa haru karena untuk pertama kalinya harus berpisah dalam waktu yang cukup lama. Pelukan hangat, nasihat terakhir, serta doa yang lirih dipanjatkan menjadi pemandangan yang menyentuh hati setiap orang yang hadir.
Setelah tiba di lingkungan pondok, para santri bersama wali santri mengikuti proses registrasi ulang sebagai tahap awal memasuki kehidupan pesantren. Seluruh rangkaian registrasi berlangsung dengan tertib, didampingi oleh panitia dan para asatidz yang dengan ramah memberikan arahan serta membantu setiap keperluan administrasi para santri baru.
Usai registrasi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama wali santri. Momen ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat antara pihak pondok dengan para orang tua. Dalam suasana kekeluargaan, seluruh peserta saling berkenalan dan berbincang, mempererat ukhuwah serta membangun kepercayaan sebagai mitra dalam mendidik generasi Qur’ani.
Acara kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan yang disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren Tahfizh Nurul Qur’an Palembang, Ustadz Hidayatullah, Lc., PgDE., M.Ed. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh santri baru beserta wali santri, sekaligus menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Tahfizh Nurul Qur’an Palembang.
Beliau menegaskan bahwa pendidikan di pesantren bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau hafalan semata, melainkan juga pada pembentukan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak yang hari ini Bapak dan Ibu titipkan kepada kami bukan sekadar peserta didik, tetapi amanah yang sangat besar. Kami berkomitmen mendampingi mereka dengan penuh tanggung jawab agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, berilmu, dan siap memberikan manfaat bagi umat,” ungkap beliau.
Beliau juga mengajak seluruh wali santri untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak pondok, sehingga proses pendidikan dapat berjalan selaras antara pembinaan di pesantren dan dukungan dari keluarga di rumah.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan seluruh sumber daya manusia (SDM) Pondok Pesantren Tahfizh Nurul Qur’an Palembang beserta bidang tugas masing-masing. Para wali santri diperkenalkan dengan jajaran pimpinan, dewan asatidz, musyrif, musyrifah, tenaga administrasi, hingga bidang-bidang yang mendukung jalannya pendidikan di pondok, seperti bidang Tahfizh Al-Qur’an, Pendidikan dan Pengasuhan, Kesantrian, Administrasi, Keuangan, Humas, Sarana dan Prasarana, Kesehatan, serta berbagai unit pelayanan lainnya.
Melalui sesi ini, para wali santri memperoleh gambaran yang jelas mengenai sistem pengelolaan pondok serta mengetahui kepada siapa mereka dapat berkomunikasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan putra-putri mereka selama menjalani pendidikan di pesantren.
Suasana semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Para wali santri dengan antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kegiatan belajar mengajar, program tahfizh, jadwal keseharian santri, sistem pembinaan karakter, pelayanan kesehatan, aturan kunjungan, hingga mekanisme komunikasi antara pondok dan orang tua.
Seluruh pertanyaan dijawab secara terbuka oleh pihak pondok dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam mewujudkan tujuan yang sama, yaitu memberikan pendidikan terbaik bagi para santri agar mampu menjadi generasi Qur’ani yang unggul.
Sebagai penutup, seluruh hadirin mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Mudir II, Ustadz Zarmi Iskandar, S.Ag. Dalam doa yang khusyuk tersebut, seluruh peserta memohon kepada Allah SWT agar para santri diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan dalam menuntut ilmu, keistiqamahan dalam menghafal Al-Qur’an, serta dijaga akhlaknya selama menempuh pendidikan di pesantren.
Doa yang dipanjatkan menjadi penyejuk hati bagi seluruh orang tua. Di antara mereka tampak menundukkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca, mengiringi langkah putra-putri tercinta dengan doa terbaik kepada Allah SWT. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perpisahan demi menuntut ilmu adalah bagian dari perjuangan yang penuh keberkahan.
Hari itu bukan sekadar hari kedatangan santri baru, tetapi menjadi awal dari perjalanan panjang menuju cita-cita yang mulia. Sebuah perjalanan yang akan dipenuhi dengan proses belajar, menghafal, beribadah, menempa karakter, serta membangun akhlak yang luhur di bawah naungan Al-Qur’an.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan kepada seluruh santri dalam menuntut ilmu, melimpahkan keberkahan kepada para orang tua yang telah mempercayakan amanah pendidikan kepada Pondok Pesantren Tahfizh Nurul Qur’an Palembang, serta menjadikan setiap langkah dalam perjuangan ini sebagai amal saleh yang bernilai ibadah.
Selamat datang para santri baru Tahun Ajaran 2026/2027.
Mari bersama mengukir masa depan bersama Al-Qur’an, melahirkan generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta umat.







