Palembang, 19 Januari 2026 – Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di aula utama pondok pesantren. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, asatidz, ustadzah, serta jajaran pimpinan pondok dalam suasana yang penuh khidmat dan kekhusyukan.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini menghadirkan Habib Hasan bin Zen sebagai penceramah utama sekaligus pemateri dalam penyampaian mau’izhah hasanah. Kehadiran beliau menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar pondok dalam menambah kecintaan kepada Rasulullah ﷺ serta memperdalam pemahaman tentang hikmah di balik peristiwa agung Isra Mi’raj.
Rangkaian Kegiatan
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri tahfidz, dilanjutkan dengan lantunan shalawat nabi yang dipimpin oleh tim hadrah santri. Suasana religius semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah ﷺ dengan penuh penghayatan.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an yang menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, namun menjadi sarana meningkatkan kualitas iman dan ibadah, khususnya dalam menjaga shalat lima waktu.
Tausiyah Penuh Hikmah
Dalam tausiyahnya, Habib Hasan bin Zen menyampaikan makna mendalam perjalanan Isra dan Mi’raj Rasulullah ﷺ, mulai dari keberangkatan beliau dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha hingga naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Beliau menegaskan bahwa shalat merupakan inti dari peristiwa Isra Mi’raj dan menjadi tolok ukur keimanan seorang muslim.
“Shalat adalah mi’rajnya orang beriman. Barangsiapa menjaga shalatnya, maka ia sedang menjaga hubungannya dengan Allah,” ujar Habib Hasan bin Zen di hadapan para santri.
Selain itu, beliau juga berpesan agar para santri senantiasa menjaga adab kepada guru, memperbanyak shalawat, serta bersungguh-sungguh dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Antusiasme dan Kekhusyukan Santri
Para santri mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Banyak di antara mereka yang mencatat faedah ilmu yang disampaikan, menunjukkan semangat tinggi dalam menuntut ilmu dan mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj.
Momentum ini juga menjadi sarana pembinaan ruhiyah yang memperkuat karakter santri sebagai generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal, namun juga berakhlak mulia dan beribadah dengan baik.
Penutup
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Habib Hasan bin Zen, memohon keberkahan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an, para santri, asatidz, wali santri, serta para dermawan yang senantiasa mendukung perjuangan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan seluruh santri semakin meningkatkan kualitas shalat, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, serta meneguhkan komitmen dalam meniti jalan Al-Qur’an.







